🎆 Dalam Sgala Perkara Tuhan Punya Rencana
TheGood Stewardship | Ps Jeffrey Rachmat. “”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”. Bumi dan segala isi nya adalag milik Tuhan, bukan milik kita. Kita diberi ijin untuk menguasai
3 Segera dalam Bulan Desember akan dilakukan Sidang Jemaat. Dan tetunya baik Unsur-Unsur Jemaat,Koordinator Urusan-urusan dalam Jemaat,PI,PJ,Diakonia,Pendidikan,Ekubang,dll sedang mengerjakan Laporan dan Evaluasi Pelayanan Tahun 2018.Bahkan Tim 12 yang ditugaskan menyusun Rencana Stategis 5 atau
Perjumpaandengan Tuhan itu menyadarkan Ayub bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal. Ayub akhirnya mengakui bahwa dahulu dari kata orang saja ia mendengar tentang Allah, tetapi sekarang ia memandang Tuhan dengan matanya sendiri.
Pencobaanapapun yang ada di dalam hidupmu, baik itu engkau rasakan terlalu berat ataupun tidak, pencobaan itu pasti engkau lewati bersama Tuhan dan mengikut Dia memiliki arti bahwa semua yang kita lakukan bukan lagi untuk kita atau siapapun, kecuali untuk Tuhan . Serahkan hidupmu sepenuhnya dan andalkan Tuhan dalam segala perkara ^^
Yeremia29:11. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. For I know the plans I have for you, declares the Lord, plans for welfare and not for evil, to give you
B. | [verse] E B Berkuasa di bumi di surga C#m A E/B A/B Bertahta dalam kemuliaan E B Dialah Tuhan Allah kita F#m C#m NamaNya berkuasa A B Pembebas umatNya [chorus1] E B/D Betapa hebat betapa kuat F#m Dahsyatnya Allah kita C#m F#/A# B Dia Berjaya atas semua perbuatanNYa [chorus2] E D/E Betapa hebat betapa kuat A Am/D Dahsyatnya Allah kita C#m
DALAMSEGALA PERKARA TUHAN BEKERJA Baca: Mazmur 34:16-23 "Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya." Kala kita terkulai tak berdaya karena sakit, tidak punya uang untuk bayar kos atau kontrakan, gagal dalam rumah tangga atau studi, ditinggalkan oleh orang yang kita
Tetapikalau kita membuat rencana-rencana yang melampaui kemampuan-kemampuan kita, sikap kita cenderung berserah kepada Tuhan. Sebab, "Ini bukan rencana saya, tetapi ini pekerjaan Dia." Bapak misi modern, William Carey (1761) pernah melakukan pekerjaan besar di India dengan menerjemahkan Alkitab ke dalam 24 bahasa, dan membagikan Alkitab kepada
Daudberkata, "Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:19). Belajarlah untuk bersabar dan tetap menaruh iman pengharapan hanya kepada Tuhan, sebab "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
. Dalam s’gala perkara, TUHAN punya rencana. Yang lebih besar dari semua yang terpikirkan. Apapun yang kau perbuat, tak ada maksud jahat. S’bab itu kulakukan semua denganMu TUHAN Ku tak akan menyerah pada apapun juga Sebelum kucoba semua yang ku bisa Tetapi ku berserah kepada kehendakMu Hatiku percaya TUHAN punya rencana.
ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA AKAN DATANG MEMUTUSKAN KEADILANOleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-AtsariBanyak ayat al-Qur’an memberitakan kepada kita tentang kedatangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala pada hari Kiamat nanti untuk memutuskan hukum di antara para Pertama Firman Allâh Azza wa Jalla كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا ﴿٢١﴾ وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاJangan berbuat demikian, apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Rabb-mu; sedang Malaikat berbaris-baris. [Al-Fajar/89 21-22]Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah menjelaskan bahwa makna ayat ini yaitu Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Dan apabila Rabb-mu telah datang, wahai Muhammad! sedangkan para Malaikat sedang berbaris-baris berurutan”. [Tafsir ath-Thabari, 24/417, tahqiq syaikh Ahmad Syakir]Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata menjelaskan makna ayat ini, “Allâh Azza wa Jalla memberitakan tentang perkara-perkara besar yang akan terjadi pada hari kiamat. Allâh berfirman “Kallâ” yaitu sebenarnya! “Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, yaitu bumi direndahkan, dilebarkan, bumi dan gunung-gunung diratakan, semua makhluk bangkit dari kubur mereka untuk menghadap Rabb mereka, “dan datanglah Rabbmu”, yakni untuk memutuskan pengadilan di antara para makhluk-Nya.”. [Tafsir Ibnu Katsir, 8/399, tahqiq Salamah]Ayat Kedua Firman Allâh Azza wa Jalla هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُTiada yang mereka nanti-nantikan melainkan kedatangan Allâh dan Malaikat pada hari kiamat di atas naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allâh dikembalikan segala urusan. [Al-Baqarah/2 210]Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allâh Azza wa Jalla berfirman dalam rangka mengancam orang-orang yang kafir terhadap Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam , “Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan kedatangan Allâh dan Malaikat pada hari kiamat di atas naungan awan”, yakni pada hari kiamat kelak Allâh datang untuk memberikan keputusan diantara manusia dari yang pertama sampai yang terakhir. Lalu Allâh Azza wa Jalla akan memberikan balasan terhadap setiap orang yang beramal sesuai dengan amalannya. Jika amalannya baik, maka dibalas dengan kebaikan, dan jika amalannya buruk, maka dibalas dengan keburukan pula.” [Tafsir Ibnu Katsir, 1/566, tahqiq Salamah]Ayat Ketiga Firman Allâh Azza wa Jalla هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَYang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikat kepada mereka untuk mencabut nyawa mereka atau kedatangan Rabb-mu atau kedatangan beberapa ayat Rabb-mu. Pada hari datangnya ayat dari Rabb-mu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah “Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu pula.” [Al-An’am/6 158]Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah saat menjelaskan makna ayat ini mengatakan, “Allâh Yang Maha Agung berfirman Bukankah orang-orang yang menyamakan Rabb mereka dengan sesembahan-sesembahan selain-Nya dan patung-patung tidak menanti kecuali kedatangan para Malaikat, dengan membawa kematian, para Malaikat akan mencabut nyawa mereka. Atau menanti kedatangan Rabb mereka, wahai Muhammad! di antara seluruh makhluk-Nya di tempat berhenti pada hari kiamat. “Atau menanti kedatangan sebagian tanda-tanda Rabb-mu” menurut pendapat ahli tafsir adalah terbitnya Matahari dari tempat tenggelamnya yaitu arah barat”. [Tafsir ath-Thabari, 12/245, tahqiq Syaikh Ahmad Syakir]Inilah yang dikatakan oleh Syaikhul Mufassirîn tokoh ahli tafsir, Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah . Kemudian beliau menukilkan penjelasan para Sahabat dan Tabi’in. Kemudian beliau juga membawakan hadits-hadits marfu’ dari Nabi dan mauquf dari Sahabat untuk menguatkan penjelasan beliau Ibnu Katsir rahimahullah berkata menjelaskan makna ayat ini, “Allâh Azza wa Jalla berfirman dalam rangka mengancam orang-orang yang kafir kepada-Nya, orang-orang yang menyelisihi para Rasul-Nya, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya, serta orang-orang yang menghalang-halangi jalan-Nya Bukankah mereka tidak menanti kecuali kedatangan para Malaikat, atau kedatangan Rabb-mu, yaitu pada hari kiamat. “Atau menanti kedatangan sebagian tanda-tanda Rabb-mu”, hal itu sebelum hari kiamat, akan terjadi tanda-tanda dan perkara-perkara yang mendahului hari kiamat”. [Tafsir Ibnu Katsir, 3/371, tahqiq Salamah]Demikian juga Imam asy-Syaukani di dalam tafsirnya, Fathul Qadîr, menukilkan dari para pembesar ahli tafsir, seperti Ibnu Mas’ud, Abu Said, dan Muqatil, tentang makna kedatangan Allâh Azza wa Jalla , kedatangan Malaikat, dan kedatangan sebagian ayat-ayat Allâh Azza wa Jalla , tanpa ada perselisihan, kecuali hanya dalam ungkapan kalimat namun dengan makna yang sama. Karena memang mereka mengambil ilmu dari sumber yang sama, yaitu wahyu, dari sini mereka mengetahui maksud firman Allâh Azza wa Jalla . Kemudian mereka mencari kejelasan dengan Sunnah Nabi mereka. Dan mereka tidak berbicara tentang diri Allâh dengan tanpa ilmu. Demikianlah para mufassir yang mengikuti jalan Salaf, mereka menjelaskan berdasarkan makna lughah bahasa Arab dan mengikuti riwayat-riwayat SEBAGIAN MUFASSIR Termasuk kebiasaan yang diwarisikan dari sebagian Mufassirîn yang mengikuti jalan khalaf, mengartikan “kedatangan Allâh” dengan “kedatangan perintah Allâh”, atau “kedatangan siksa Allâh”. Kepada orang-orang yang memiliki pemikiran demikian, kita bisa bertanya kepada mereka, “Dari mana datangnya perintah atau siksa Allâh?”. Maka jawabnya pasti, “perintah/siksa Allâh datang dari sisi Allâh”. Kemudian pertanyaan berikutnya, “Di manakah Allâh, yang perintah/siksa itu datang dari-Nya?”. Dari sini kita akan mengetahui ketidakpastian sikap orang-orang yang menolak sifat-sifat Allâh yang diberitakan di dalam kitab suci al-Qur’an dan mereka mengatakan, “Tidak boleh ditanyakan, Dimanakah Allâh!” Ini menunjukkan jauhnya mereka dari petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam , karena Beliau n adalah orang pertama yang bertanya “Di manakah Allâh!” untuk menguji keimanan seorang budak wanita yang akan dimerdekakan oleh tuannya. Kisah ini terkenal di kalangan para penunutut itu, bahwa orang-orang yang menolak sifat-sifat Allâh itu tidak mengimani sifat uluw ketinggian Allâh di atas seluruh makhluk, maka perkataan mereka “yang datang adalah perintah/siksa Allâh” tidak ada artinya! Karena mereka tidak mengetahui darimana datangnya perintah Allâh?Kalau mereka menjawab, “Allâh berada dimana-mana”, maka apakah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam pernah mengatakan Allâh berada dimana-mana? Ataukah ada Sahabat atau Tabi’in yang pernah mengatakan demikian? Apakah perintah Allâh datang dari Allâh yang berada di mana-mana?Imam Abu Said Utsman bin Sa’id ad-Darimi t membantah al-Marîsiy yang mengingkari kedatangan Allâh pada hari kiamat dengan akalnya, beliau mengatakan, “Dikatakan kepada al-Marîsiy ini Semoga Allâh membinasakanmu, alangkah lancangnya kamu terhadap Allâh, dan terhadap kitab-Nya, tanpa ilmu dan tanpa penglihatan Allâh memberitakan kepada kamu, bahwa Dia akan datang, namun kamu berkata “Itu bukan datang!”. [Naqdhul Imam Abi Sa’id Utsman bin Sa’id Alal Marîsiy Al-Jahmiy al-Anîd , 1/340]Itulah orang-orang yang menolak sifat-sifat Allâh Azza wa Jalla . Ketika mereka lari dari hakekat kebenaran, yaitu kewajiban menetapkan sifat kedatangan Allâh Azza wa Jalla pada hari Kiamat nanti, maka sesungguhnya mereka telah lari menjauh dari jalan keselamatan, jalan yang ditempuh oleh Salafus Shalih, yaitu menetapkan sifat Allâh Subhanahu wa Ta’ala dengan tanpa menyerupakan dengan sifat makhluk, wallâhu a’ AKAN TERBIT DARI BARAT Di antara yang diimani oleh Ahlus Sunnah adalah bahwa Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan melakukan apa yang Dia kehendaki. Di antara yang akan Dia lakukan di akhir kehidupan di dunia ini adalah Dia akan memerintahkan matahari untuk terbit dari arah barat, sebagai pemberitahuan akan berakhirnya kehidupan dunia ini. Dari sini maka pintu taubat ditutup, keimanan atau amal shalih tidak akan diterima dari orang yang ingin beriman atau beramal shalih setelah Matahari terbit dari أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، وَذَلِكَ حِينَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا» ثُمَّ قَرَأَ الآيَةَDari Abu Hurairah z , dia berkata Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa salam bersabda “Hari kiamat tidak akan terjadi sampai Matahari terbit dari barat. Jika Matahari terbit dari barat dan manusia telah melihatnya, mereka semua beriman. Dan itu adalah pada waktu iman seseorang tidaklah bermanfaat lagi kepada dirinya sendiri”. Kemudian beliau membaca ayat dalam surat Al-An’am/6 158-Red [HR. Al-Bukhâri, no. 4636]Kemudian Allâh Azza wa Jalla akan mengumpulkan semua manusia semenjak awal sampai akhir nanti pada hari kiamat. Allâh akan menghitung semua amal perbuatan mereka dan memberikan balasan dengan karunia dan keadilan-Nya. Walaupun amal perbuatan itu sangat kecil, tidak ada yang hilang. Allâh Azza wa Jalla berfirmanفَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ﴿٧﴾ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُBarangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah debu pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula. [Al-Zalzalah/99 7-8]Allâh Azza wa Jalla juga berfirmanوَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًاDan diletakkanlah kitab catatan amal, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada tertulis. Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang juapun.” [Al-Kahfi/18 49]Demikian Allâh Azza wa Jalla akan datang pada hari Kiamat, menghitung semua amal perbuatan hamba-Nya, dan memberikan keputusan di antara mereka. Semua akan mendapatkan balasan sesuai dengan amalannya. Jika manusia mendapatkan balasan kebaikan, maka segala puji bagi Allâh semata. Jika Jika manusia mendapatkan balasan keburukan, maka dia tidak bisa menyalahkan kecuali dirinya sendiri. Semoga Allâh selalu membimbing kita di atas kebenaran, dan menjauhkan dari segala keburukan.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XXI/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] Home /A7. Hukum Hanya Milik.../Allah Subhanahu wa Ta’ala...
TUHAN PUNYA RENCANA Dalam sgala perkara, TUHAN punya rencana. Yang lebih besar dari semua yang terpikirkan. Apapun yang kau perbuat, tak ada maksud jahat. Sbab itu kulakukan semua denganMu TUHAN Reff Ku tak akan menyerah pada apapun juga Sebelum kucoba semua yang ku bisa Tetapi ku berserah kepada kehendakMu Hatiku percaya TUHAN punya rencana. 2 comments Anonymous said... PERCAYALAH!! Tuhan selalu punya rencana-rencana terbaik bagi setiap orang yang percaya dan mengasihinya, dan semua rencananya adalah rencana terbaik yang tidak seorang pun dapat pikirkan. GBU ALL February 5, 2017 at 321 PM Mariama Gustiani said... Sungguh menyentuh hati membuat kita smakin bersandar pada pengajaran Tuhan krn smua yg kita butuhkan jawaban hanya ada pada-NYA June 14, 2018 at 427 PM Post a Comment
dalam sgala perkara tuhan punya rencana